Rabu, 7 Januari 2026
Sekarang tanggal 7 Januari, dan suasana Tahun Baru sudah agak tenang setelah berakhirnya periode Tahun Baru. Hari ini adalah Jinjitsu no Sekku, hari untuk menghargai orang lain.
Di pagi yang sangat dingin di Kota Hokuryu, kami menikmati semangkuk "Bubur Nasi Tujuh Rempah" yang panas mengepul.
Tujuh tumbuhan herbal musim semi adalah peterseli, shepherd's purse, gogyo, chickweed, budworm, bellflower, dan lobak putih. Ketujuh tumbuhan muda ini penuh vitalitas dan akan tumbuh kembali bahkan setelah melewati musim dingin yang keras.
Bubur nasi tujuh herbal adalah doa untuk mengusir roh jahat dan memohon kesehatan yang baik untuk tahun mendatang. Ini juga merupakan doa untuk bersyukur kepada bumi atas karunianya dan memohon panen yang melimpah. Bubur ini sarat dengan tradisi kuno dan doa mulia yang menggabungkan rasa hormat terhadap alam.
Bubur panas ini diberi topping Kurosengokudon! Warna hijau dari tujuh rempah dan warna hitam Kurosengoku menonjol di atas bubur putih, menambah tekstur dan aroma yang harum! Menambahkan hasil bumi lokal ini akan memberi Anda energi dari dalam.
Bubur disajikan dengan kuah hangat. Mangkuknya ditaburi dengan "sakurafu" (gluten gandum) yang lucu. Warna bunga sakura yang lembut mengingatkan kita pada pemandangan kota ini, yang dengan tenang menunggu musim semi di bawah salju.
"Semoga semua orang sehat di tahun ini." Rasa yang lembut dan ringan ini sangat cocok untuk menyambut tahun baru.
Dengan cinta, rasa syukur, dan doa yang tak terbatas, kami mencurahkan segenap hati dan jiwa kami ke dalam acara tradisional Jepang "Bubur Nasi Tujuh Rempah," yang merupakan waktu untuk memikirkan orang-orang, menghargai kesehatan mereka, berdoa untuk panen yang melimpah, dan menghormati hukum alam dan kehidupan manusia.
Foto-foto lainnya.
Artikel terkait.
🖋️ Perencanaan konten, penulisan artikel, pemilihan foto, dan pembuatan video: Ikuko Terauchi


