Selasa, 7 Oktober 2025
- 1 Memupuk “semangat harmoni” di seluruh masyarakat: pengalaman bercocok tanam padi dan mengejar keselamatan
- 2 Dukungan teknologi tinggi untuk "kebaikan": Di balik layar penyortiran dan penyimpanan
- 3 Akhir yang menginspirasi: Kehebatan beras dan kata-kata syukur
- 4 Video Youtube
- 5 Foto-foto lainnya.
- 6 Artikel terkait.
Memupuk “semangat harmoni” di seluruh masyarakat: pengalaman bercocok tanam padi dan mengejar keselamatan
Saat itu hari Selasa, 30 September, tiga minggu setelah pengalaman bercocok tanam padi (Selasa, 9 September) di mana siswa kelas lima di Sekolah Dasar Shinryu memanen padi dan menggantungnya di rak sebagai bagian dari kelas pembelajaran komprehensif mereka.
Enam mahasiswa mencoba kegiatan perontokan dan pengupasan padi di Fasilitas Persiapan, Pengumpulan, dan Pengiriman Beras Merah Curah Kota Hokuryu di Cabang JA Kitasorachi Hokuryu.
Setelah pengalaman tersebut, para peserta diajak berkeliling ke mesin pengemasan otomatis, gudang penyimpanan suhu rendah, dan mesin sortir warna di fasilitas pengumpulan dan pengiriman.
Saya mendapat banyak pengalaman berharga, merasakan semangat masyarakat yang mendukung pertanian padi dan teknologi terkini.
Para siswa disambut dengan hangat dan diberi penjelasan rinci tentang fasilitas dan pekerjaan yang harus dilakukan.
Yuji Takeda, Kepala Seksi, Divisi Manajemen Pertanian, Cabang JA Kitasorachi Hokuryu.
"Terima kasih atas dukungan Anda," sapanya dengan riang!
Perasaan bersyukur pun sudah memenuhi tempat itu dengan suasana hangat.



Pengalaman perontokan dan pengupasan: Saat untuk merasakan berkah hidup
Para siswa membawa bungkusan beras satu per satu, lalu dimuat ke truk ringan.
Dengan bantuan Takada, setiap peserta mencoba perontokan menggunakan mesin.







Itulah saat ketika kami menyadari bahwa inilah padi yang kami tanam, dan kami merasakan siklus kehidupan saat padi berubah menjadi bulir padi, lalu menjadi beras merah.
Inspeksi kualitas beras merah: Bukti upaya tak terlihat dan "ketulusan"
Setelah perontokan dan pengupasan, beras diperiksa kualitasnya di ruang pemeriksaan.
Kepala Seksi Takeda-lah yang memberikan penjelasan menyeluruh dan terperinci kepada para siswa.
Item pemeriksaannya sangat luas, termasuk persentase biji-bijian utuh, kadar air, kadar protein, tingkat biji-bijian yang retak, dan tingkat belum matang hijau.
Proses pemeriksaan kualitas beras bukan sekadar tugas sederhana.
Hal ini merupakan bukti ketulusan para petani, yang secara ilmiah membuktikan kecintaan dan belas kasih mereka yang kuat terhadap produk mereka, serta keinginan mereka untuk menyediakan produk yang aman dan dapat diandalkan bagi konsumen.

Dukungan teknologi tinggi untuk "kebaikan": Di balik layar penyortiran dan penyimpanan
Berbagai informasi yang diperoleh selama pemeriksaan dihubungkan melalui serat optik, diproses oleh komputer, dan dikelola secara ketat.
Setelah memeriksa kualitas beras, para siswa diajak berkeliling fasilitas.

Penyortir warna: teknologi dan dedikasi dalam mengejar kesempurnaan
Pemilah warna menyinari beras merah dan memilah serta membuang dengan sempurna benda asing seperti butiran beras yang berubah warna, butiran beras yang belum matang, butiran beras yang rusak, beras yang mati, butiran beras yang pecah, batu, kaca, plastik, dan pecahan logam.
Di balik teknologi presisi ini terletak rasa belas kasih yang mendalam dari masyarakat Hokuryu, yang percaya bahwa "tidak boleh ada sebutir pun gandum yang tidak murni dikirimkan ke pelanggan kami."

Beras yang dipilih ditempatkan dalam tangki persiapan dan kemudian dikemas menggunakan mesin pengemasan otomatis.
Menyaksikan mesin yang dikenal sebagai robot palletizer dengan mudah mengangkat karung beras seberat 30 kg dan menyusunnya dengan rapi memberi saya gambaran sekilas tentang kemungkinan masa depan pertanian.

Gudang penyimpanan dingin: Menghubungkan "semangat harmoni" dengan masa depan
Kami mengunjungi gudang penyimpanan dingin tempat karung-karung beras ditumpuk.
Menyimpan beras pada suhu rendah membantu mencegahnya menjadi basi (penurunan kualitas).
Ini adalah janji dari produsen kepada konsumen yang melampaui waktu: "Kami akan dengan hati-hati menyimpan hasil bumi Anda dalam kondisi lezat hingga panen berikutnya."

Pemandangan forklift yang menumpuk kotak-kotak kontainer fleksibel berisi beras terasa kuat dan meyakinkan.

Akhir yang menginspirasi: Kehebatan beras dan kata-kata syukur
Setelah semua penjelasan selesai, Akimitsu Takada memberikan salam terakhirnya.
Para siswa mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan antusias, dengan mengatakan, "Terima kasih banyak!"

Para siswa, yang mengalami seluruh proses penanaman padi dari awal hingga akhir, menyadari kehebatan padi!
Ini adalah beras Hokuryu terbaik, diperiksa dengan cermat dan disimpan pada suhu rendah untuk memastikan keamanan dan ketenangan pikiran!
Dengan cinta, rasa syukur dan doa yang tak terbatas, kami mempersembahkan "Beras Bunga Matahari Hokuryu," beras yang ditanam dengan cinta dan perhatian menggunakan pestisida yang dikurangi.

Video Youtube
Foto-foto lainnya.
Artikel terkait.
Tahun Anggaran 2025
Kamis, 11 September 2025 Pada hari Rabu, 10 September, enam siswa kelas lima SD Shinryu di Kota Hokuryu merasakan panen padi. Mereka menanam padi sendiri pada bulan Mei.
Selasa, 15 Juli 2025 Pada hari Rabu, 9 Juli, siswa kelas 5 SD Shinryu Kota Hokuryu mengikuti program praktik budidaya padi. Seorang pakar menjelaskan tahapan pertumbuhan padi...
Jumat, 23 Mei 2025 Sekitar pukul 10.30 pada hari Selasa, 21 Mei, enam siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Shinryu Kota Hokuryu (Kepala Sekolah Sadao Kamata)...
FY2024.
Jumat, 22 November 2024 Pada hari Rabu, 20 November, 9 siswa kelas lima mengikuti kelas ekonomi rumah tangga di Sekolah Dasar Shinryu Kota Hokuryu sebagai bagian dari studi komprehensif mereka...
Senin, 7 Oktober 2024 Dua minggu telah berlalu sejak siswa kelas 5 SD Shinryu memulai pengalaman bercocok tanam padi dengan memanen dan menggantung padi di rak sebagai bagian dari kelas belajar komprehensif mereka. …
Selasa, 24 September 2024 Mulai pukul 10.00 pada hari Kamis, 19 September, 10 siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Shinryu Kota Hokuryu (Kepala Sekolah Sadao Kamata) akan berpartisipasi dalam Sekolah Dasar Hokuryu...
5 September (Kamis), 2024 Mulai pukul 10:00 pada tanggal 4 September (Rabu), siswa kelas lima (9 siswa) Sekolah Dasar Shinryu membuat stand orang-orangan sawah di Sekolah Menengah Atas Takayama di Mitani, Kota Hokuryu.
Rabu, 10 Juli 2024 Mulai pukul 10:00 pada hari Senin, 8 Juli, 10 siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Shinryu Kota Hokuryu (Kepala Sekolah Sadao Kamata) berpartisipasi dalam Hokuryu…
Rabu, 22 Mei 2024 Pada hari Selasa, 21 Mei, setelah pukul 10:00, 12 siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Manryu (Kepala Sekolah Sadao Kamata) di kota Beiryu, Utara ...

