Serial baru yang memperkenalkan penduduk brilian Kota Hokuryu, "Di Sekitar Bunga Matahari," telah dimulai!

Jumat, 14 November 2025

Seri baru yang memperkenalkan penduduk Kota Hokuryu yang brilian, "Sekitar Bunga Matahari", telah dimulai dengan penuh semangat. Seri pertama menampilkan Kayoko Tanimoto dari senam radio, dan seri kedua menampilkan Tomomi Takeshita dari Nyanduti. Kami mempersembahkan kisah-kisah penuh semangat dari orang-orang yang menenun "semangat harmoni" kota ini.

"Around the Sunflowers" diluncurkan! Sebuah kisah tentang semangat warga Hokuryu yang gemilang.

Kisah mengharukan lainnya telah dibuka di Kota Hokuryu, Hokkaido.

Serial baru, "Sekitar Bunga Matahari," telah dimulai dengan tepat, menyoroti "orang-orang cemerlang" yang bersemangat dan aktif di kota ini dan menerangi dunia di sekitar mereka dengan semangat mereka.

"Di Sekitar Bunga Matahari
"Di Sekitar Bunga Matahari"
"Around the Sunflowers" telah dimulai dengan tepat!
"Around the Sunflowers" telah dimulai dengan tepat!

Pemikiran di balik proyek ini

"Di Sekitar Bunga Matahari" - Seperti bunga matahari yang mekar menuju matahari, kota ini adalah rumah bagi banyak orang hebat yang bertindak dengan integritas dan tekad.

Proyek luar biasa ini diluncurkan oleh Divisi Strategi Masa Depan Kota Hokuryu. Kami mewawancarai Junko Wada, yang sebelumnya turut menciptakan ide-ide bersama warga kota untuk meningkatkan pola asuh anak di Hokuryu dalam lokakarya "Mama & Papa Cafe" di kota tersebut.

Bagian 1: Kayoko Tanimoto – Dering “radio kalistenik” bergema di kota olahraga

Tamu untuk episode peringatan pertama adalah Kayoko Tanimoto, yang berupaya menjadikan senam radio sebagai bagian dari kehidupan di kota Hokuryu, kota yang terkenal dengan olahraganya.

Senam radio memang sudah dikenal semua orang, tetapi dengan terus melakukannya dan berkumpul bersama, lebih dari sekadar meningkatkan kesehatan; senam radio menciptakan ruang komunitas yang penting di mana orang-orang dapat bertemu dan berbincang satu sama lain. Semangat Tanimoto menyebarkan energi dan senyuman ke seluruh kota, sungguh-sungguh mewujudkan "semangat harmoni" Hokuryu.

Bagian 1: Kayoko Tanimoto – Dering “radio kalistenik” bergema di kota olahraga
Bagian 1: Kayoko Tanimoto – Dering “radio kalistenik” bergema di kota olahraga

Bagian 2: Tomomi Takeshita – “Nanduti” yang berwarna-warni mekar di kota bunga matahari

Tamu kedua kami adalah Satomi Takeshita, seorang seniman kerajinan tradisional Paraguay Amerika Selatan "Ñanduti."

"Nyanduti" berarti "jaring laba-laba" dalam bahasa lokal, dan merupakan tenunan renda yang sangat halus dan indah. Takeshita menggunakan teknik tradisional ini untuk menciptakan karya bermotif bunga matahari, simbol Kota Hokuryu.

Bunga matahari baru ini lahir dari benang merah cinta tanah air dan rasa hormat terhadap budaya negeri seberang. Bunga-bunga ini seolah melambangkan semangat "kasih sayang" Kota Hokuryu, yang merangkul dan menyelaraskan beragam budaya.

Bagian 2: Tomomi Takeshita – “Nanduti” yang berwarna-warni mekar di kota bunga matahari
Bagian 2: Tomomi Takeshita – “Nanduti” yang berwarna-warni mekar di kota bunga matahari

"Kisah rakyat" Kota Hokuryu terus berlanjut

Seri "Sekitar Bunga Matahari" ini akan terus menceritakan kisah orang-orang yang berakar di tanah Kota Hokuryu dan berkembang dengan warna-warna unik mereka sendiri.

Kita cenderung tertarik pada acara-acara besar dan hasil yang nyata, tetapi yang benar-benar memperkaya sebuah kota adalah hati setiap individu, yang memikirkan orang lain dan menghargai serta memelihara hal-hal yang mereka cintai dalam kehidupan sehari-hari.

Serial ini secara diam-diam namun kuat menyampaikan bahwa "masyarakat penuh kasih sayang" yang harus kita perjuangkan dapat ditemukan di sini, di Kota Hokuryu.

Silakan kunjungi catatan "Sekitar Bunga Matahari" dan nikmati kisah yang mengharukan ini. Kami harap Anda juga mengirimkan dukungan hangat Anda kepada warga kota yang sedang bersinar.
 
🖋️ Perencanaan konten, penulisan artikel, pemilihan foto, dan pembuatan video: Ikuko Terauchi Fotografi, penyuntingan, dan manajemen situs web: Noboru Terauchi